Langsung ke konten utama

TEKS CERITA PENDEK

Tugas UTS Analisis Wacana
Selasa, 30 April 2019
Judul : TEKS CERITA PENDEK
A.   Devinisi Cerita Pendek
     Cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam, suatu hal hal yang kiranya tidak mungkin dilakukan dalam sebuah novel (Poe dalam Burhan, 2012: 10). Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yang pendek. Panjang cerpe itusendiri bervariasi. Ada cerpenyang pedek (short short story), ada yang panjangnya cukupan (midle short story), serta ada cerpen yang panjang (long short story) (Burhan,2012:10). Cerpen adalah fiksipendek yang selesai dibaca dalam ‘sekali duduk’. Cerita pendek hanya memiliki satu arti, satu krisisdan satu efek untuk pembacanya. Pengarang cerpen hanya ingin mengemukakan suatu hal secara tajam (Jacob,2001:184).
     Cerpen dibangun oleh unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik. Seperti unsur peristiwa,plot,tma, latar, sudut pandang. Karena bentuknya yang pendek, cerpen menurut penceritaan yang serba ringkas, tidak sampai pada detail – detail khusus yang kurang penting’’ yang lebih bersifat memanjang cerita. Kelebihan cerpen yang khas adalah kemampuannya mengemukakan secara lebih banyak-jadi, secara implisit-dari sekedar apa yang diceritakan (Burhan, 2012:11).
     Cerpen ang baik adalah cerpen yang merupakan suatu kesatuan bentuk, utuh, manunggal, tak ada bagian – bagian yang tak perlu, tetapi juga tak ada sesuatu yang terlalu banyak, semua pas, integral, dan mengandungsuatu arti ( Jacob,2001:91). Cerpen haruslah berbentuk padat, didalamnya pengarang yang menciptakan karakter – karakter, semesta mereka, dan tindakan – tindakannya sekaligus secara bersamaan (Stanton, 2012:76).
     Menurut The Liang dan A. Widyamartaya cerpen adalah khayal berbentuk prosa yang pendek, biasana dibawah 10.000 kata bertujuan menghasilkan kesan kuat dan mengandung unsur-unsur drama: oleh sebab itu, alirnya pun disebut konflik dramatik (Korrie,1995:10).
     Menurut Hidayati (2009,91) Cerpen adalah suatu bentuk karangan dalam bentuk prosa fiksi dengan ukuran yang relatif pendek, yang bisa selesai dibaca dalam sekali duduk, artinya tidak memerlukan waktu yang banyak.
     Menurut kemendikbud (2014:6) Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa, sebuah cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa dan pengalaman. Artinya cerpen adalah karangan yang berbentuk cerita bebas, tidak terkait dengan rima, dan kemerduan dibaca dalam sekali duduk.
     Cerpen adalah cerita yang habis dibaca sekitar sepuluh menit atau setengah jam. Jumlah katanya sekitar 500-5000 kata. Jadi, cerita pendek sering diungkapkan dengan cerita yang dapat dibaca dalam sekali duduk. (Kosasih.2014:11)
     Menurut beberapa devinisi dari para tokoh di atas cerpen merupakan sebuah cerita pendek yang menggambarkan karangan bebas dan rekaan. Cerpen sangat mudah dikenal dalam masyarakat, karena tatanan kalimatnya yang sederhana dan ekonomis serta asal usul ceritanya berasal dari kehidupan sehari – hari. Cerpen juga dapat dibaca sekitar sepuluh menit atau setengah jam karena kata – kata yang ekonomis.
B.  Ciri – ciri Cerita Pendek
     Sebuahkarya sastra dapat digolongkan ke dalam sebuah cerpen apabila memenuhi ciri – ciri sebagai berikut.
1.      Dapat di baca hanya dengan sekali duduk
2.      Tidak lebih dari 10.000 kata dan minimal 1000 kata
3.      Beralur tunggal
4.      Bertema tunggal
5.      Penggambaran watak tokoh secara sederhana
6.      Konflik yang terjadi tidak sampai mengubah nasib tokoh (Robert Staton,2007:75)
    Menurut Kemendikbud (2014:6), ciri-ciri sebuah cerpen adalah sebagai berikut.
a.      Bentuk tulisan singkat, padat dan lebih pendek daripada novel.
b.      Tulisan kurang dari 10.000 kata.
c.       Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari, baik pengalaman sendiri maupun orang lain.
d.      Tidak melukiskan seluruh kehidupan pelakunya, karena mengangkat masalah tunggal atau sarinya saja.
e.      Habis dibaca sekali duduk dan hanya mengisahkan sesuatu yang berarti bagi pelakunya.
f.        Tokoh-tokohnya dilukiskan mengalami konflik sampai pada penyelesaiannya.
g.      Penggunaan kata-katanya sangat ekonomis dan mudah dikenal masyarakat.
h.      Meninggalkan kesan mendalam dan efek pada perasaan pembaca.
i.        Menceritakan satu kejadian dari terjadinya perkembangan jiwa dan krisis, tetapi tidak sampai menimbulkan perubahan nasib.
j.        Beralur tunggal dan lurus.
k.       Penokohannya sangat sederhana, singkat, dan tidak mendalam.   
     Fungsi dari ciri-ciri diatas adalah sebagai pembeda teks cerpen dengan teks lainnya. Sebagai penulis atau pembaca cerpen alangkah baiknya mengetahui ciri – ciri agar dapat memahami cerpen sepenuhnya.
     Tarigan (2011:180) mengemukakan, bahwa ciri-ciri khas sebuah cerita
pendek sebagai berikut.
1.      Ciri-ciri utama cerita pendek adalah: singkat, padu, dan intensif (brevity, vunity, and intensity).
2.      Unsur-unsur utama cerita pendek adalah: adegan, tokoh, dan gerak (scence, character, and action).
3.      Bahasa cerita pendek haruslah tajam sugestif, dan menarik perhatian (incisive, suggestive, and alert).
4.      Cerita pendek harus mengandung inerpretasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
5.      Sebuah cerita pendek harus menimbulkan satu efek dalam pikiran pembaca.
6.      Cerita pendek harus menimbulkan perasaan pada pembaca bahwa jalan ceritalah yang pertama menarik perasaan, dan baru kemudian menarik pikiran.
7.      Cerita pendek mengandung detail-detail dan insiden-insiden yang dipilih dengan sengaja, dan yang bisa menimbulkan pertanyaanpertanyaan dalam pikiran pembaca.
8.      Dalam sebuah cerita pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.
9.      Cerita pendek harus mempunyai seorang pelaku utama.
10.  Cerita pendek harus mempunyai satu efek atau kesan yang menarik.
11.  Cerita pendek bergantung pada (satu) situasi.
12.  Cerita pendek memberikan impresi tunggal.
13.  Cerita pendek memberikan suatu kebulatan efek.
14.  Cerita pendek menyajikan satu emosi.
15.  Jumlah kata-kata yang terdapat dalam cerita pendek biasanya di bawah 10.000 kata, tidak boleh lebih dari 10.000 kata (atau kira-kira 33 halaman kuarto spasi rangkap).
     Sumardjo dalam Hidayati (2009:92) mengemukakan cerpen memiliki beberapa ciri khas, diantaranya:
1) cerita yang pendek;
2) bersifat naratif;
3) bersifat fiksi.
     Berdasarkan pemaparan diatas, ciri –ciri cerita pendek merupakan bahwa cerita pendek memiliki ciri yang berbeda dengan teks lain, diantaranya cerpen merupakan berbentuk prosa fiksi, bersifat naratif, mempunyai satu efek, kata – katanya tidak lebih dari 10.000 kata, ceritanya berasal dari kehidupan sehari – hari serta beralur tunggal.
    C. Sruktur Cerita Pendek dan contohnya
Anatomi atau struktur cerita. Pada umumnya memuat:
Ø  Situasi (pengarang membuka cerita)
Ø  Peristiwa-peristiwa terjadi
Ø  Peristiwa-peristiwa memuncak
Ø  Klimaks
Ø  Anti Klimaks
Atau, komposisi cerpen, sebagaimana ditandaskan H.B.Jassin dapat dikatakan sebagai berikut:
I.        Perkenalan
II.      Pertikaian
III.    Penyelesaian
Cerpen yang baik adalah yang memiliki anatomi dan struktur cerita yang seimbang. Kelemahan utama penulis cerpen pemula biasanya di struktur cerita ini. Helvy Tiana Rosa selama menjadi pimred Annida dan melihat kelemahan mereka itu berkomentar bahwa cerpenis-cerpenis pemula biasanya kurang memperhatikan proporsionalitas struktur cerita. Banyak di antara mereka yang menceritakan semua hal, seolah takut para pembaca tak mengerti apa yang akan atau sedang mereka ceritakan.  Akibatnya sering satu sampai bebrapa halaman, masih belum jelas akan menceritakan tentang apa. Padahal inti dari cerpen adalah konflik itu sendiri. (Flp Blitar,2017)
Kosasih (2014:113) menjelaskan struktur cerita pendek secara umum dibentuk oleh;
1.                  Abstrak (sinopsis) merupakan cerita yang menggambarkan keseluruhan isi cerita.
2.                  Orientasi atau pengenalan cerita, baik itu berkenaan dengan penokohan ataupun bibit-bibit masalah yang dialaminya.
3.                  Komplikasi atau puncak konflik, yakni bagian cerpen ang menceritakan puncak masalah yang dialami tokoh utama.
4.                  Evaluasi yakni bagian yang menyatakan komentar pengarang atau peristiwa puncak yang telah diceritakan.
5.                  Resolusi merupakan tahap penelesaian akhir dar seluruh rangkaian cerita.
6.                  Koda merupakan komentar akhir terhadap keseluruhan isi cerita, mungkin juga diisi dengan kesimpulan tentang hal-hal yang dialami tokoh utama kemudian.
     Senada dengan Kosasih, Kemendikbud (2014:14) juga berpendapat struktur cerpen sebagai berikut.

                                    CERPEN:
                                                       - Abstrak
                                                       - Orientasi
                                                       - Komplikasi
                                                       - Evaluasi
                                                       - Resolusi
                                                       - Koda
     Berdasarkan struktur diatas, dapat dijelaskan bahwa abstrakadalah ringkasan atau inti cerita. Orientasi berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang dan suasana terjadiny peristiwa. Komplikasi berisi urutan kejadian. Evaluasi merupakan pengarahan konflik yang terjadi pada pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaiannya. Resolusi merupakan ungkapan pengarang terhadap solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh. Koda adalah nilai – nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari teks cerpen.
     Tahapan diatas merupakan bentuk struktur umum, yang artinya sangat mungkin keberadaan cerpen-cerpen lainnya tidak memiliki struktur seperti itu. Dalam hal ini, terkait dengan kreativitas dan kebebasan yang dimiliki oleh setiap penulis dalam berkarya. Bagian-bagian tersebut mungkin tidak lengkap. Misalnya; dengan adanya abstrak dan evaluasi. Struktur penyajiaannya pindah tempat. Misalnya; resolusi mendahului komplikasi dan beragam kemungkinan – kemungkinan lainnya.

Komentar

  1. Hai kama, terimaksih tentang artikelnya. Sangat berguna buat saya😊

    BalasHapus
  2. Terimakasih Lukamalia🙏😊 untuk artikel yang ada buat. Artikel ini memiliki penjelasan yang cukup baik, sehingga memudahkan para pembaca memahami dan dimengerti.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUCENG, NASI BIASA YANG TIDAK BIASA

“ BUCENG, NASI BIASA YANG TIDAK BIASA” Melestarikan budaya nenek moyang? Sebuah pertanyaan yang tidak setiap orang mampu untuk menyikapi dengan benar. Lestarikan budaya nenek moyang, nyengkuyung budaya Jawi. Berbagai tanda dan tanya bergejolak dalam hati saya ketika muncul kata “Bucengan”. Tidak setiap teman mahasiswa mampu menjawab pemahaman makna kata dan simbul kebermaknaannya, baik verbal maupun makna nonverbal. Bahkan mungkin jika saya juga menanyakan kepada masyarakat lokal tertentu, kenyataannya kebermaknaan bucengan ini tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan. Di balik sesuatu yang maujud (nyata oleh mata) ada makna mendasar yang tersimpan dan memancarkan kekuatan batin berupa doa. Kembali terngiang dalam benak saya, pernyataan dari pembimbing akademis saya, Bapak Saptono Hadi, M.Pd. Selanjutnya, kembali sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada saya, “Sudah berapa lama kamu mengenal tumpeng dan buceng? Berapa banyak variasi tumpeng dan buceng yang pernah k...

Salam Terakhir

Pejalanan pekan lalu masih megungatkanku pada bayangan di tepi jalan itu saat kita berhenti sejenak untuk beristirahat. Melamunkan yang telah usai. Malam yang larut dan perbincangan di malam itu ternyata perbincangan terakhir.  Seorang laki-laki itu berpesan "Jangan marahi adeknya, adenya di jaga, disayang, diemong. Sampean wis tambah pinter" "Iya, tapi nanti buatin lemari yang kaya olimpic itu ya pak, biar bisa belajar sendiri, punya tempat buku sendiri, biar bagus pokoknya" kataku. "Iya. Pokok pinter nanti balak buatkan. Adeknya dijaga, gak boleh nakal, manut mamaknya"kata lelaki itu. Malam sudah semakin larut dan mulai berganti pakaian kemudian tidur bersama lelaki paruh baya itu. Perempuan munggil yang manis tidak menyadari bahwa itu pertemuan terakhirnya.  Pagi bangun ksiangan dan semua terburu-buru. Perempua  mungil berangkat ke sekolah dan lelaki paruh baya itu berangkat kerja, karena menunggu temanya lama akhirnya lelaki itu menyiapkan apa yang mau...

KEGIATAN PENGAJARAN MENULIS PADA ANAK DISLEKSIA DALAM (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

   ALFIN LULUK KAMALIA  PROF. DR. SUSILO, S.Pd., M.Pd   Kemampuan bahasa merupakan prasyarat untuk memnuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. Dewasa ini kita sering melihat anak-anak mengalami kesulitan belajar. Realitas di lapangan, kesulitan tidak hanya dialami oleh siswa berkemampan rendah saja, akan tetapi juga dialami oleh siswa yang berkemampuan tinggi. Selain itu, kesulitan belajar disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang menghambat tercapainya kinerja akademik sesuai dengan harapan. Kemampuan berbahasa anak dapat ditunjang oleh berbagai macam faktor. Faktor-faktor tersebut yang paling dominan mempengaruhi kemampuan berbahasa anak adalah faktor kesehatan. Faktor kesehatan dalam hal ini khususnya adalah kesehatan otak. Apabila seorang mengalami gangguan atau penyakit maka dapat dipastikan kemampuan dalam berbahasa juga akan menurun dan bahkan tidak mampu menguasai bahasa sama sekali. Bentuk dari gangguan dalam kemampuan memperoleh serta mempro...